Teringat akan pucuk daun yang bertengker siang ini
Kemana ia dan seekor murai
Kepada siapa ranting mencari bunga
Lepas rebah terhempas
Tangkai terlepas terjerembab pasrah
Resah terus hamparkan sekujur kecurigaan
Gulana berduka bertaburan bunga
Terbaring
Kepastian yang menuntutnya
Itupun keharusan
Roda-roda akar bergetar tak tearah
Meliuk-liuk menyusuri relung-relung tanah
Temui kerajaan baru yang belum pernah ada
Itu jadi milik kita
Kereta dari kain tenunan sendiri
Menghantarkan berlabuhnya sebatang kering
Sepotong dahan memekik kepengingan keresahan
Kembalikan memori sepucuk daun
Hingga terjerembabnya tangkai yang terkulai
Kurungan
Kerajaan yang dihadiahkan cuma-cuma
Terbelenggu didalam sekat-sekat yang mematahkan ranting
Terjepit diantara siang dan malam
Kepasrahan tak dibutuhkan
Yang mana berikutnya
Tak jamin bunga,pucuk atau ranting
Yang pasti, itu ada nya
Minggu, 12 Juni 2011
Sabda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar